


Pada Rabu (28/07) ACT Pekalongan mengimplementasikan program bantuan untuk para porter di stasiun Pekalongan. Selain paket sembako, para porter di stasiun Pekalongan ini juga telah menerima uang santunan dari para donatur yang telah berdonasi melalui kampanye bantuan kepada porter Pekalongan di indonesiadermawan.id.
PPKM darurat membuat stasiun sepi sehingga membuat pendapatan porter stasiun pun menurun drastis. “Sebelumnya, ada lebih dari 20 kereta yang beroperasi setiap harinya. Sekarang hanya 6 kereta, itu pun kereta antarkota,” ujar Budi Wakil Kepala Stasiun Pekalongan.
Hal ini menyebabkan banyak porter yang tidak mendapatkan uang sepeser pun saat berangkat ke stasiun. Mereka pun terpaksa mencari-cari pekerjaan sampingan lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
“Atas nama porter stasiun Pekalongan, kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Semoga ACT selalu jaya dan perjalanannya mendapatkan ridho dari Allah SWT,” ujar Agus, porter Pekalongan yang mengaku kini menjadi kuli batu sebagai pekerjaan sambilannya.
Saat mendistribusikan bantuan ini, sejumlah porter tidak hadir di Stasiun Pekalongan karena ada yang sakit, melakukan pekerjaan lain, dan ada pula yang meninggal dunia. ACT Pekalongan bersama beberapa porter pun mengunjungi rumah-rumah mereka untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan bantuan tersebut secara langsung
Ratmono, salah satu porter di Stasiun Pekalongan berharap agar para porter di stasiun lain juga mendapatkan bantuan serupa. “Temen-temen pada bilang kalau kita ini bagaikan berjalan di tengah gurun dan mendapatkan setetes embun, Mbak. Saya harap bantuan ini tidak hanya untuk porter di Pekalongan, tapi juga di daerah lain,” ujar Pak Ratmono, salah satu porter di stasiun Pekalongan.
Adit, tim program ACT Pekalongan mengatakan bahwa rencananya bantuan ini tidak hanya untuk porter stasiun Pekalongan, namun juga akan disalurkan kepada porter di daerah lain. “Selain itu, InsyaAllah kami akan mendistribusikan bantuan untuk para pekerja harian lain yang terdampak COVID-19,” ujarnya.
kontributor : Anis Rosella Pitaloka
Editor : Adi andoko
#pekalongantrending