
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM menyampaikan apresiasi dan ucapan terimaksih kepada para dewan juri atas kesempatan terhadap inovasi JUNJANG ADMINDUK kabupaten Pekalongan dalam seleksi menuju Top Ten KIPP Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021.
Inovasi JUNJANG ADMINDUK merupakan inovasi layanan administrasi kependudukan berbasis kewenangan desa dan fasilitator administrasi kependudukan desa yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat.
Hal ini disampaikan Bupati Fadia Arafiq dalam acara Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021 oleh Bupati Pekalongan di ruang rapat Bupati, Selasa (12/10) pagi.
Dalam kesempatan itu Bupati Fadia memaparkan kepada tim penilai bahwa inovasi JUNJANG ADMINDUK didukung pula sepenuhnya oleh pehak desa melaui APBDes.
Lebih lanjut, dijelaskan pula kondisi wilayah kabupaten Pekalongan yang sangat luas termasuk gunung dan laut menjadi pertimbangan bahwa munculnya inovasi tersebut memang sangat diperlukan.
“ Inovasi ini muncul karena adanya 3 (tiga) masalah utama yang dihadapi masyarakat pedesaan untuk mengakses dokumen administrasi kependudukan yaitu dari jarak yang jauh, ini yang penting sehingga inovasi ini membuat masyarakat sangat terbantu .
Dan prosedur pelayanan yang dianggap rumit, karena untuk mendapatkan suatu dokumen kependudukan itu harus melampirkan syarat dokumen dari instansi yang lain,”papar Fadia Dan pada kondisi pandemi saat ini, yang semuanya serba dibatasi terutama layanan tatap muka, lanjut Fadia, maka layanan diarahkan melalui daring atau online. Sedangkan tidak semua masyarakat mengerti layanan sistem online ini.
Oleh sebab itu dengan adanya inovasi di kabupaten Pekalongan melalui JUNJANG ADMINDUK ini dinilai akan sangat bermanfaat untuk seluruh masyarakat.
Selanjutnya dikatakan pula banyak kabupaten lain yang datang ke kabupaten Pekalongan untuk mereplikasi inovasi ini dan bahkan mereka sekarang sudah bisa menjalankannya di kabupaten masing-masing.
#pekalongan
#pekalongantrending